{"id":1475,"date":"2024-09-23T19:45:23","date_gmt":"2024-09-23T19:45:23","guid":{"rendered":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/2024\/09\/23\/pakar-baru-membawa-fokus-teknologi-ke-pendidikan-dan-manajemen-kehutanan\/"},"modified":"2024-09-23T19:45:23","modified_gmt":"2024-09-23T19:45:23","slug":"pakar-baru-membawa-fokus-teknologi-ke-pendidikan-dan-manajemen-kehutanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/2024\/09\/23\/pakar-baru-membawa-fokus-teknologi-ke-pendidikan-dan-manajemen-kehutanan\/","title":{"rendered":"Pakar baru membawa fokus teknologi ke pendidikan dan manajemen kehutanan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div id=\"article-content\">\n<p>Taeyoon Lee, Ph.D., telah bergabung dengan <a href=\"https:\/\/aglifesciences.tamu.edu\/\">Fakultas Pertanian dan Ilmu Hayati Texas A&#038;M<\/a> <a href=\"https:\/\/eccb.tamu.edu\/\">Departemen Ekologi dan Biologi Konservasi<\/a> sebagai asisten profesor pengajar yang mengkhususkan diri dalam perangkat lunak geospasial dan pemrograman yang terkait dengan kehutanan presisi.<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignright size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240912_Taeyoon_Lee_MM_009.jpg\" alt=\"Taeyoon Lee, Ph.D. Dia berdiri dengan lengannya di atas pagar kayu. Dia mengenakan kemeja berkancing hijau\" class=\"wp-image-342961\" style=\"object-fit:cover;width:600px;height:400px\" srcset=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240912_Taeyoon_Lee_MM_009.jpg 600w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240912_Taeyoon_Lee_MM_009-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Taeyoon Lee, Ph.D., bergabung dengan Departemen Ekologi &#038; Biologi Konservasi dan akan mengajar mata kuliah terkait pengelolaan kehutanan. (Michael Miller\/Texas A&#038;M AgriLife)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p>Minat penelitiannya difokuskan pada cara memperluas, meningkatkan, dan menciptakan teknologi dan teknik akurat yang dapat diterapkan di bidang kehutanan untuk membantu manajer menghemat waktu dan uang sekaligus mengoptimalkan produktivitas pohon.<\/p>\n<p>Sasaran pengajaran Lee adalah mempersiapkan siswa sebagai ahli kehutanan generasi mendatang dengan keterampilan teknis tradisional dan inovatif. Ia berencana untuk memperluas pelatihan mereka dari kelas ke lapangan melalui kesempatan sains terapan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan fokus pada pengetahuan dasar dan metode tradisional,&#8221; katanya. &#8220;Namun, saya juga ingin para siswa saya memahami teknologi terkini dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya serta menjadikan keterampilan tersebut sebagai karier yang baik.&#8221;<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Program Kehutanan memperluas program studi<\/h3>\n<p>Lee awalnya akan mengajar mata kuliah dasar yang berfokus pada keanekaragaman dan evolusi tumbuhan. Pada semester mendatang, ia akan mengajar mata kuliah seperti ekologi kebakaran dan biokimia, pengelolaan hutan dan ekologi. Ia juga mengembangkan tugas kuliah yang menggabungkan kekuatannya dalam pengumpulan data.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, kurikulum Lee akan memperkenalkan siswa pada konsep, teknologi, dan metodologi seperti penggunaan sensor jarak jauh, deteksi dan pengukuran cahaya, atau lidar, kecerdasan buatan dan\/atau pemodelan untuk membuat rencana pengelolaan hutan.<\/p>\n<p>Pekerjaan pascadoktoralnya meliputi analisis Hutan Nasional Talladega di tepi selatan Pegunungan Appalachian untuk inisiatif geospasial tingkat lanjut yang terkait dengan akurasi teknologi penilaian hutan.<\/p>\n<p>Lee mengatakan teknologi akan terus mengubah cara pengelolaan dan penilaian hutan untuk mendapatkan nilai maksimal bagi pemilik lahan. Nilai karbon hutan sebelum panen merupakan contoh nyata tentang bagaimana data akurat akan membentuk masa depan industri.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa membutuhkan dasar-dasar tersebut, dan saya berharap dapat mengajak mereka keluar kelas untuk mendapatkan pengalaman langsung dengan tanaman yang kami bahas,\u201d katanya. \u201cSaya berharap dapat memasukkan peluang penelitian dalam kursus, hal-hal yang akan menarik minat mereka dan yang dapat diterapkan pada kursus lain dan dalam karier mereka.\u201d<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004.jpg\" alt=\"Deretan pohon pinus di Hutan Nasional Sam Houston. \" class=\"wp-image-342963 lazyload\" srcset=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004.jpg 1200w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-300x200.jpg 300w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-768x512.jpg 768w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-600x400.jpg 600w\" data-sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" style=\"--smush-placeholder-width: 1200px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1200\/800;\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004.jpg\" alt=\"Deretan pohon pinus di Hutan Nasional Sam Houston. \" class=\"wp-image-342963\" srcset=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004.jpg 1200w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-300x200.jpg 300w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-768x512.jpg 768w, https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20220114_Sam_Houston_Forest_CS_0004-600x400.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Penerapan kemajuan teknologi bersamaan dengan metode tradisional mengubah pengelolaan hutan. Taeyoon Lee, Ph.D., mengajar mahasiswa kehutanan tentang teknologi dan pendekatan mutakhir untuk mempersiapkan mereka menghadapi perubahan di bidang ini. (Courtney Sacco\/Texas A&#038;M AgriLife)<\/figcaption><\/figure>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menemukan peluang pembelajaran yang inovatif dan berdampak<\/h3>\n<p>Lee memperoleh gelar sarjana dan magister dalam bidang hortikultura lingkungan dari Universitas Seoul, Korea Selatan, dan gelar doktor dalam bidang kehutanan dan sumber daya alam dari Universitas Georgia.<\/p>\n<p>Latar belakang Lee adalah fisiologi tanaman \u2013 bagaimana tanaman merespons panas, kekeringan, kadar garam, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi perkembangan. Ia beralih ke sistem informasi geografis dan sisi teknologi pengelolaan hutan selama masa doktoralnya.<\/p>\n<p>Ia telah menerbitkan lebih dari dua lusin artikel jurnal yang terkait dengan berbagai aspek kehutanan, termasuk respons fisiologis pohon terhadap kekeringan, perubahan tutupan pohon perkotaan, alat penilaian dan rencana pengelolaan hutan.<\/p>\n<p>\u201cSaya menekuni bidang ini karena saya senang berada di alam,\u201d katanya. \u201cSaya rasa itu adalah kesamaan di antara sebagian besar mahasiswa kehutanan, tetapi saya berharap dapat membantu mereka menemukan minat dan jalan mereka dengan menawarkan kesempatan belajar dan penelitian yang berdampak.\u201d<\/p>\n<div class=\"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignright\">\n                    <a href=\"#\" rel=\"nofollow\" onclick=\"window.print(); return false;\" title=\"Printer Friendly, PDF &amp; Email\"><br \/>\n                    <img decoding=\"async\" class=\"pf-button-img lazyload\" src=\"https:\/\/cdn.printfriendly.com\/buttons\/printfriendly-pdf-button.png\" alt=\"Dapat dicetak, PDF &#038; Email\" style=\"width: 112px;height: 24px;\"\/><img decoding=\"async\" class=\"pf-button-img\" src=\"https:\/\/cdn.printfriendly.com\/buttons\/printfriendly-pdf-button.png\" alt=\"Dapat dicetak, PDF &#038; Email\" style=\"width: 112px;height: 24px;\"\/><br \/>\n                    <\/a>\n                <\/div>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/agrilifetoday.tamu.edu\/2024\/09\/23\/new-expert-brings-technology-focus-to-forestry-education-and-management\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Taeyoon Lee, Ph.D., telah bergabung dengan Fakultas Pertanian dan Ilmu Hayati Texas A&#038;M Departemen Ekologi dan Biologi Konservasi sebagai asisten profesor pengajar yang mengkhususkan diri dalam perangkat lunak geospasial dan pemrograman yang terkait dengan kehutanan presisi. Taeyoon Lee, Ph.D., bergabung dengan Departemen Ekologi &#038; Biologi Konservasi dan akan mengajar mata kuliah terkait pengelolaan kehutanan. (Michael&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1476,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[2398],"class_list":["post-1475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","tag-kehutanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1475\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/freedomtoteach.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}